LP Kelas IA Pematangsiantar Marak Peredaran Sabu ?

  • Bagikan
Photo : Tampak Depan Lapas II A Pematangsiantar

SIANTARMETROPOLIS – Pematangsiantar | Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas I Pematangsiantar,  diterpa kabar maraknya peredaran sabu-sabu. Narapidana yang kini menjadi warga binaan, membocorkan hal itu ke luar lapas.

Informasi yang diperoleh, maraknya peredaran sabu di dalam LP, dikendalikan oleh empat narapidana kasus narkotika. Ke empat napi tersebut, bahkan tak jarang menyetorkan uang “stabil”  kepada oknum di luar lapas yang mencium aktivitas keempatnya.

Napi yang dibocorkan sebagai pengedar di dalam lapas, adalah HS alias L, penghuni Kamar Aa5. Kemudian ada BP alias F, penghuni kamar Aa4. Lalu FR alias F di kamar Aa7, serta FC penghuni kamar A21.

Menyikapi bocornya peredaran sabu dari dalam Lapas, Ketua Gerakan Anti Narkoba Siantar Simalungun, Yan Asmara, menduga informasi itu akurat dan dapat dipercaya. Lantaran berasal dari dalam Lapas itu sendiri.

“Soal motiv kenapa kegiatan peredaran sabu di dalam lapas bisa bocor ke luar, banyak asumsi saya kira. Bisa jadi karena perang kekuasaan para pengedar, atau bisa jadi masalah sakit hati,” papar Yan Asmara, Kamis (16/09/2021) sekira pukul 11.00 WIB.

Namun apa pun alasan itu sambung Yan Asmara, tidak bisa dibiarkan begitu saja. Kalapas harus segera bertindak dan memeriksa jajaranya. Terutama, para napi pengedar sabu di dalam Lapas.

“Ini tidak mungkin bisa terjadi bila jajaran Lapas bekerja sesuai SOP yang sudah ditetapkan. Saya tidak mau berandai-andai kegiatan ini dapat restu dari para pihak yang berwenang di dalam Lapas.  Tapi pastinya, ini harus segera dihentikan. Kalau tidak segera dihentikan, kita akan minta Kemenkumham mencopot Kalapas” ungkap Yan. 

Kabar peredaran sabu di dalam lapas menurut Yan, tak kan pernah usai sepanjang para petugas Lapas tidak menjalankan tugas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kepala LP Kelas 1 Pematangsiantar, Rudi F Sianturi, ketika dikonfirmasi terkait merebaknya kabar peredaran sabu di dalam.Lapas, tidak menjawab. Oleh KPLP Sahat Bangun, meminta agar wartawan mengonfirmasi langsung hal itu kepada Humas. “Konfirmasi ke humas kita saja ya,” jawabnya dalam pesan singkat whats app. (Ung)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.